Showing posts with label Model Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Model Pembelajaran. Show all posts

Monday, March 2, 2015

Pembelajaran Abad 21

Saat ini, pendidikan berada di masa pengetahuan (knowledge age) dengan percepatan peningkatan pengetahuan yang luar biasa. Percepatan peningkatan pengetahuan ini didukung oleh penerapan media dan teknologi digital yang disebut dengan information super highway (Gates, 1996). Sejak internet diperkenalkan di dunia komersial pada awal tahun 1970 an, informasi menjadi semakin cepat terdistribusi ke seluruh penjuru dunia.

Tiga konsep pendidikan abad 21 telah diadaptasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk mengembangkan kurikulum baru untuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ketiga konsep tersebut adalah 21st Century Skills (Trilling dan Fadel, 2009), scientific approach (Dyer, et al., 2009) dan authentic assesment (Wiggins dan McTighe, 2011); Ormiston, 2011; Aitken dan Pungur, 1996; Costa dan Kallick, 1992). Selanjutnya, tiga konsep tersebut diadaptasi untuk mengembangkan pendidikan menuju Indonesia Kreatif tahun 2045. Adaptasi dilakukan untuk mencapai kesesuaian konsep dengan kapasitas peserta didik dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikannya.

Dalam uji publik kurikulum 2013 disebutkan mengenai pergeseran paradigma belajar dengan mempertimbangkan beberapa ciri abad 21 serta penerapan model pembelajaran yang sesuai. Berikut pergeseran paradigma pembelajaran yang tercermin dari ciri-ciri abad 21 dan model pembelajaran yang disesuaikan.

  1. Informasi (kapan dan di mana saja), dalam penerapan pembelajaran di kelas pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik untuk mencari tahu dari berbagai sumber, bukan hanya diberi tahu.
  2. Komputasi (lebih cepat memakai mesin), artinya pelaksanaan pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah (menanya) , bukan hanya menyelesaikan masalah (menjawab masalah yang ada)
  3. Otomasi (menjangkau segala pekerjaan rutin), artinya pembelajarahkan untuk mampu berpiikir analitis dalam pengambilan keputusan, bukan berfikir mekanistis (rutin)
  4. Komunikasi (dari mana dan kapan saja), artinya pembelajaran menekankan pentingnya kerjasama dan berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah.
Dalam mewujudkan kecakapan abad 21 maka diperlukan pula inovasi-inovasi dalam pembelajaran, baik terkait dengan pendekatan, model, media, strategi dan lain-lainnya.

Friday, January 30, 2015

Pengertian Model Pembelajaran

Implementasi kegiatan pembelajaran mengenal banyak istilah yang memberikan gambaran cara mengajar yang akan dilakukan oleh seorang guru. Isitilah-istilah seperti model, pendekatan, strategi, metode, teknik, dan taktik adalah istilah yang sangat familiar. Namun terkadang istilah-istilah tersebut membuat bingung, selain itu para ahli juga memiliki makna yang berbeda-beda terhadap istilah-istilah tersebut.

Agar tidak membuat bingung dengan istilah-istilah di atas, maka perlu didefinisikan dengan baik dan benar sehingga tidak memiliki pemaknaan yang berbeda, seperti yang diungkapkan oleh beberapa ahli.
  1. Pendekatan
    Pendekatan dapat diartikan sebagai sudut pandang seorang guru terhadap proses pembelajaran, atau dapat diartikan sebagai cara pandang seorang guru tentang bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Oleh Roy Kellen (1998) membagi pendekatan kedalam dua kelompok, yaitu:

    • Pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centered approaches), artinya guru lebih dominan dalam pembelajaran atau menjadikan dirinya sebagai satu-satunya sumber informasi/pengetahuan. Selain itu, guru menerapkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori
    • Pendekatan yang berpusat pada siswa (student centered approaches), artinya siswa lebih memiliki aktivitas pembelajaran yang lebih baik, hal ini karena pendekatan berpusat pada siswa guru menerapkan strategi pembelajaran inkuiri, diskoveri atau pembelajaran induktif. Pendekatan yang berpusat pada siswa  bertujuan agar siswa lebih aktif mencari sumber-sumber belajar dari berbagai sumber seperti guru, perpustakaan, lingkungan, orang tua, masyarakat, internet dan sebagainya.

  2. Strategi
    Oleh Kemp (1995) mendefinisikan strategi sebagai suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Sedangkan J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan, dan oleh Dick & Carey (1985) menyebut strategi pembelajaran sebagai suatu perangkat materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama. Dari definisi yang diajukan oleh ahli tersebut dapat diartikan bahwa strategi pembelajaran masih bersifat konseptual (konsep perencanaan dan prosedur pembelajaran), sehingga untuk mencapai tujuan yang ditetapkan pada strategi pembelajaran diperlukan implementasi nyata dalam hal ini adalah metode pembelajaran.

  3. Metode
    Metode diartikan sebagai cara yang dilakukan untuk melaksanakan strategi. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: 1) ceramah, 2) demonstrasi, 3) diskusi, 4) simulasi, 5) praktik, 6) pengalaman lapangan, 7) brainstorming, 8) debat, 9) simposium, dan sebagainya.

  4. Teknik & Taktik
    Teknik diartikan sebagai cara yang dilakukan seorang guru dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik dan unik, sedangkan taktik diartikan gaya seorang guru dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual.
Kegiatan pembelajaran dimulai dengan cara pandang guru (pendekatan) terhadap proses pembelajaran yang akan dilaksanakan, kemudian penyusunan strategi, pemilihan metode pembelajaran untuk menjalankan strategi, serta penerapan teknik dan taktik untuk mencapai tujuan pembelajaran merupakan satu rangkaian yang utuh yang disebut sebagai model pembelajaran. hal ini disampaikan oleh Joyce & Weil (1980) mendefinisikan model pembelajaran sebagai suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas.


Dari definisi oleh Joyce & Weil tersebut menunjukkan model pembelajaran disusun berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran, teori-teori psikologis, sosiologi, analisis sistem dan teori-teori lain yang mendukung. Masih menurut Joce & Weil terdapat 4 kelompok model pembelajaran, yaitu: 1) model interaksi sosial, 2) model pengolahan informasi, 3) model personal-humanistik, dan 4) model modifikasi tingkah laku.

Namun, dalam implementasinya model pembelajaran banyak digunakan untuk capaian pembelajaran jangka pendek, hal ini dapat dilakukan karena memang model pembelajaran  juga dapat digunakan untuk membimbing pembelajaran di kelas.