Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Tuesday, January 13, 2015

Diskusi LPTK

Membangun budaya akademik melalui proses pembelajaran berbasis riset yang memiliki pola kerja sistematik dan terstruktur akan menciptakan pembelajar yang berkarakter bukan pembelajar 'perguruan jalanan'.

Tercapainya pernyataan di atas perlu peningkatan kerjasama LPTK dalam rangka penyiapan dan pengembangan calon/guru yang inspiratif dan profesional. Sehingga tercipa Guru profesional yang sejahtera dan mengembangkan diri secara sadar.

Guru profesional adalah guru yang kemampuan untuk menganggarkan kesejahteraannya untuk meningkatkan keprofesionalannya.

Catatan: Provincial Consortia Meeting LPTK 14.01.2015

Sunday, December 14, 2014

Training Pedagody Lectures & TTI Lab Schools

Universitas Muhammadiyah Makassar bekerja sama dengan pihak USAID Prioritas Sulawesi Selatan melaksanakan program Training Pedagogy Lectures And TTI Lab Schools: Junior Secendary (Kombinasi Modul 1 dan 2), kegiatan ini berlangsung di Mini Hall FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.


Program Training Pedagogy Lectures And TTI Lab Schools ini berlangsung dari tanggal 11 sampai dengan 13 Desember 2014. Kegiatan ini sendiri dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I, Dr. H. Abd. Rahman Rahim, MM. Kegiatan pembukaan diawali dengan pengajian yang disampaikan oleh Kyai H. Iskandar Tompo yang menjabat sebagai sektetaris Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Makassar.

Selanjutnya secara berturut-turut sambutan disampaikan oleh Wakil Dekan I FKIP Khaeruddin, S.Pd., M.Pd., Koordinator USAID Prioritas Sulsel Jamaruddin, Dekan FKIP  Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum dan sambutan diakhir oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Makassar Dr. Abd. Rahman Rahim, MM.


Program Training Pedagogy Lectures And TTI Lab Schools: Junior Secendary (Kombinasi Modul 1 dan 2), diikuti oleh Dosen dalam lingkup FKIP Unismuh Makassar serta guru dari beberapa sekolah yang merupakan partner FKIP dalam beberapa program seperti PPL dan P2K. Jumlah peserta dari dosen FKIP sebanyak 26 orang serta guru sebanyak 40 orang, bahkan dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh guru yang berasal MTs Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang.


Tujuan dari kegiatan ini antara lain: 1) Agar peserta yang merupakan dosen PGSMP/PGMTs TTI Consortia dan guru dari sekolah Lab & Mitra Universitas Muhammadiyah Makassar/Unismuh memahami pemanfaatan bahan-layanan (Modul I dan modul 2) yang dikembangkan oleh tim proyek dan sudah dilaksanakan di LPTK Mitra, 2) Untuk memastikan peserta memahami praktek yang baik dalam pembelajaran Aktif/Kontekstual, 3)   Memberikan pengalaman bagi para dosen dan guru untuk mengembangkan RPP dan melaksanakan praktek mengajar, 4)   Agar dosen yang telah dilatih dapat mengaplikasikan pembelajaran aktif dalam perkuliahan & memberikan contoh yang efektif dari praktik yang baik kepada mahasiswa PPL, dan 5)   Agar guru yang telah dilatih dapat mengaplikasikan pembelajaran aktif dalam pembelajaran di sekolah masing-masing sehingga dapat memberikan contoh yang efektif dari praktik yang baik kepada mahasiswa PPL Unismuh.


Kegiatan berlangsung sesuai rencana selain dengan dukungan pihak Universitas dan Fakultas yang bekerjasama dengan USAID Prioritas Sulawesi Selatan juga susunan kegiatan diatur dengan mekanisme pembelajaran yang ditata dengan baik, yaitu: 1 Apa dan Mengapa Pembelajaran Kontekstual/Pembelajaran Aktif, unit 2 Pembelajaran Kooperatif, Unit 3 Mengelola Pembelajaran secara Efektif, Unit 4 Memahami Kurikulum 2013, unit 5 Melayani Perbedaan Individu dalam Pembelajaran, Unit 6 Pertanyaan dan Lembar Kerja, Unit 7 Penilaian Autentik, unit 8 Literasi Lintas Kurikulum, Unit 9 Persiapan dan Praktik Mengajar, dan unit 10 RTL. DI mana setiap akhir kegiatan diadakan refleksi pelaksanaan pelatihan.


Pada hari ketiga dilaksanakan praktik mengajar yang baik, untuk kegiatan ini berlangsung pada dua lokasi sekolah, yaitu MTs. Mu'allimin Muhammadiyah Makassar serta SMP Unismuh Makassar.


Kegiatan ini sendiri ditutup oleh Wakil Dekan I Khaeruddin, S.Pd., M.Pd., acara penutupan juga dihadiri oleh Koordinator USAID Priortas Sulawesi Selatan serta para Wakil  Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.

Monday, November 10, 2014

Media Sosial Mengubah Tren Membaca Berita

Hadirnya sosial media juga ikut mengubah tatanan jurnalistik di Indonesia. Bila dulu orang gemar membaca buku dan media cetak untuk memperoleh informasi, maka tren itu berubah seiring kian mudahnya mendapatkan berita di internet.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan jumlah oplah di berbagai media cetak yang semakin menurun. Sementara, minat membaca masyarakat terhadap media online yang dipicu sosial media justru semakin meningkat.

"Orang-orang saat ini lebih memilih untuk membaca sebuah informasi melalui media sosial, seperti Twitter dan Facebook ketimbang koran dan sebagainya," ucap Arifin Asydhad, Pemimpin Redaksi detikcom dalam acara PR Corner di kampus London School, Jakarta, Senin (10/11/2014).

Pergeseran tren tersebut tak lain karena perkembangan teknologi yang tumbuh semakin pesat di Indonesia. "Masyarakat saat ini lebih banyak berinteraksi dengan gadgetnya ketimbang membaca. Karena semua informasi kini telah tersedia di dunia maya," lanjut Arifin.

Menurut Nukman Luthfie, Social Media Expert, pergeseran tren membaca media juga disebabkan oleh perubahaan kebiasaan masyarakat Indonesia itu sendiri.

"Indonesia menjadi negara kedua terbesar menggunakan SMS di Asia setelah Filipina. Ini artinya masyarakat kita lebih gemar cuap-cuap ketimbang membaca," papar Nukman yang turut menjadi narasumber dalam acara ini.

sumber: detik.com

Sunday, October 26, 2014

Selamat Hari Blogger Nasional!

Selain akan mempunyai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) baru, hari ini, Senin (27/10/2014), Indonesia juga mempunyai peristiwa yang tak kalah penting. Hari Blogger Nasional. Bila menelisik ke belakang, peringatan Hari Blogger pertama kali dicanangkan oleh Menteri Komunikasi dan informatika (Menkominfo) yang menjabat kala itu, Mohammad Nuh, ketika hadir dalam Pesta Blogger 2007.

Pesta Blogger yang berlangsung di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Sabtu 27 Oktober 2007 silam itu awalnya digelar sebagai ajang kopi darat (kopdar) blogger nasional untuk pertama kalinya.

Tanpa ada yang menduga sebelumnya, Mohammad Nuh yang hadir memberikan pembukaan secara spontan mengukuhkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional. "Hari ini saya nyatakan sebagai Hari Blogger Nasional!" kata Nuh ketika pembukaan Pesta Blogger pertama kali.

Ucapan Nuh di atas panggung itu sontak disambut dengan tepuk tangan meriah dari sekitar 500 blogger, tamu undangan, dan awak media yang hadir.

Menurut Nuh, deklarasi tersebut dirasa sangat tepat dengan momentum berkumpulnya para blogger seluruh Indonesia.

"Momentumnya sangat tepat untuk mendeklarasikan hari ini sebagai hari blogger nasional. Sebelumnya hal ini belum direncanakan sama sekali," ujarnya kepada wartawan setelah memberi sambutan.

Maka, sejak saat itulah setiap 27 Oktober, blogger Indonesia memperingatinya sebagai Hari Blogger Nasional. 

Pesta Blogger yang pertama digelar di tahun 2007 pun rutin dilakukan, hingga akhirnya di tahun 2011 kegiatan ini berubah nama menjadi On|Off.

Tak sekadar berubah nama, konsep yang diusungnya juga berubah. Bila Pesta Blogger hanya berfokus kepada ajang kopi darat para blogger di Indonesia saja, maka pada acara On|Off para blogger mulai diajak untuk mengelola blognya agar lebih serius dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Nuansa bisnis mulai terasa dalam kegiatan ini.

Namun siapa sangka pergantian nama tersebut justru membuat kegiatan ini bisa dikatakan menjadi mati suri. Kegiatan On|Off nyatanya hanya berlangsung di tahun 2011. Di tahun berikutnya kegiatan ini sama sekali tak terdengar gaungnya, sampai sekarang.

Friday, October 17, 2014

Penarikan Mahasiswa PPL 2014 SMP Aisyiyah Paccinongan Gowa

Acara penarikan mahasiswa peserta Program Pengalaman Lapangan (PPL) tahun 2014 yang berlokasi di SMP Aisyiyah Paccinongan Gowa berlangsung hari ini Sabtu, 18 Oktober 2014. Acara yang berlangsung di salah satu ruang kelas berlangsung sederhana, yang diawali pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh salah satu mahasiswa peserta PPL, penyerahan hadiah pelaksanaan Porseni tingkat sekolah.

Acara selanjutnya penyampaian laporan pelaksanaan PPL oleh Koordinator PPL di SMP Aisyiyah Paccinongan Gowa dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh Kepala Sekolah yang diwakili guru serta sambutan dosen pembimbing sekaligus menutup kegiatan PPL.








Thursday, September 25, 2014

Pembelajaran Abad 21 Jangan Abaikan Guru

Pembelajaran abad 21 jangan sampai mengabaikan guru. Khususnya, untuk pengayaan informasi pada proses belajar mengajar. Pembelajaran abad 21, sebagaimana catatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menjadi standard dunia. "Salah satunya adalah teknologi informasi," kata Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI Sulistiyo, dua hari silam.

Menurut Sulistiyo, untuk mendapatkan berbagai pengetahuan melalui teknologi informasi, guru mesti memunyai akses pada teknologi terbaru. Pertimbangan inilah yang menjadi landasan kerja sama pihaknya dengan Spektra dan Intel.

Dalam kerja sama itu, para guru yang menjadi anggota PGRI akan masuk dalam Program Piranti Edukasi untuk Guru (Pirandu). Spektra sebagai pihak yang memberikan program pembiayaan sementara Intel bersama mitranya yakni Acer, Asus, Lenovo, dan SpeedUp akan berperan pada penyediaan piranti keras dan lunak.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Presiden Direktur PT Astra Multi Finance (Spektra) Darwan Tirtayasa dan Marketing Direktur Intel Indonesia Corporation Hermawan Sutanto.

Lebih lanjut, Sulistiyo menambahkan sekitar 90 persen atau 3 juta anggota PGRI adalah guru kelas-12 (K-12). Para guru untuk kaetgori ini memerlukan pengembangan profesionalisme melalui penguasaan dasar kemampuan dan pengetahuan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK). "Kami berharap Pirandu meningkatkan profesionalisme para guru,"kata Sulistiyo.

Untuk jangka selanjutnya, menurut Hermawan Sutanto, pihaknya akan menghelat seminar dan workshop pada 61 kota di Indonesia. Topik acara adalah Intel Teacher Professional Development. Target acara adalah para guru K-12.

Sumber: Edukasi Kompas